JAKARTA – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini memasuki babak baru yang mungkin terdengar seperti film fiksi ilmiah. Sebuah proyek teknologi terbaru dilaporkan mulai membuka pendaftaran bagi manusia yang bersedia “menyewakan” tubuh atau data biologis mereka untuk melatih model AI, dengan imbalan pembayaran berupa mata uang kripto.
Fenomena ini ternyata memicu minat yang luar biasa, dengan laporan adanya antrean panjang para pendaftar yang tergiur oleh potensi penghasilan tersebut.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Proyek ini biasanya melibatkan pengumpulan data fisik atau sensorik yang sangat detail dari manusia. Beberapa poin utama dari sistem “sewa tubuh” ini meliputi:
Pemindaian Biometrik: Peserta diminta melakukan pemindaian bagian tubuh tertentu (seperti iris mata atau gerakan wajah) untuk membantu AI memahami struktur manusia dengan lebih presisi.
Pelatihan Sensorik: Manusia digunakan sebagai “guru” bagi robot atau AI agar teknologi tersebut bisa meniru gerakan, ekspresi, hingga cara berinteraksi manusia secara alami.
Imbalan Kripto: Sebagai ganti atas data dan waktu yang diberikan, para pendaftar langsung mendapatkan deposit koin kripto tertentu ke dalam dompet digital mereka.
Mengapa Banyak yang Antre?
Pendaftaran yang membeludak ini dipicu oleh beberapa faktor:
Ekonomi Digital: Di tengah ketidakpastian ekonomi global (seperti dampak konflik yang kita bahas sebelumnya), penghasilan tambahan dalam bentuk kripto dianggap sebagai aset yang menarik bagi sebagian orang.
Kemudahan Akses: Proses pendaftaran seringkali hanya membutuhkan kehadiran fisik di titik-titik tertentu (booth) tanpa memerlukan kualifikasi pendidikan khusus.
Rasa Penasaran: Banyak kaum muda yang ingin menjadi bagian dari sejarah perkembangan teknologi masa depan.
Kontroversi dan Risiko Privasi
Meski diminati, para ahli keamanan siber memberikan peringatan keras. “Menyewakan” data biologis memiliki risiko jangka panjang yang besar:
Data Permanen: Berbeda dengan kata sandi, data biometrik (seperti iris atau wajah) tidak bisa diubah jika suatu saat terjadi kebocoran data.
Penyalahgunaan Identitas: Ada kekhawatiran data ini bisa digunakan untuk menciptakan Deepfake yang sangat sempurna atau pencurian identitas digital.
Ketergantungan pada Kripto: Nilai imbalan yang diberikan sangat fluktuatif, sehingga apa yang terlihat mahal hari ini bisa jadi tidak berharga besok.

