Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, menyampaikan laporan terkini mengenai dampak kemanusiaan dari konflik yang sedang berlangsung. Dalam pernyataannya di New York, Iravani mengungkapkan bahwa sedikitnya 1.332 warga sipil telah kehilangan nyawa dan ribuan lainnya mengalami luka-luka akibat eskalasi perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Tudingan Penargetan Infrastruktur Sipil
Iravani secara tegas menuding pihak Amerika Serikat dan Israel sengaja menyasar infrastruktur sipil dalam operasi militer mereka. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa pihak Iran hanya menargetkan lokasi-lokasi militer strategis dan berupaya menghindari area pemukiman warga. Terkait adanya laporan serangan pada fasilitas non-militer di negara tetangga, Teheran mengklaim sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk mengklarifikasi situasi tersebut.
Lebih lanjut, Iravani memberikan penjelasan teknis mengenai kemungkinan kesalahan target. Ia menyebut bahwa penilaian awal menunjukkan beberapa insiden fatal mungkin terjadi akibat gangguan atau intersepsi dari sistem pertahanan udara Amerika Serikat. Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi mengalihkan arah rudal dari target militer yang dimaksudkan menuju lokasi yang dihuni warga sipil.
Kritik terhadap Intervensi Politik dan Kedaulatan
Selain masalah korban jiwa, utusan Iran tersebut juga menyoroti pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait proses pemilihan pemimpin tertinggi Iran yang baru. Iravani menilai komentar Trump sebagai bentuk pelanggaran jelas terhadap prinsip kedaulatan dan larangan mencampuri urusan dalam negeri negara lain sebagaimana tercantum dalam Piagam PBB. Ia menegaskan bahwa suksesi kepemimpinan di Iran sepenuhnya merupakan hak prerogatif rakyat Iran sesuai konstitusi tanpa perlu campur tangan asing.
Catatan serta data jumlah korban dan perkembangan geopolitik ini akan menjadi metrik perbandingan yang valid bagi publik untuk memantau dinamika, tren, atau hasil pertandingan dari strategi kebijakan luar negeri antarnegara di masa mendatang.

