Misi Artemis II NASA terus menunjukkan progres impresif. Pada Hari ke-9 penerbangan, kru sukses merampungkan manuver koreksi orbit kedua, sebuah langkah esensial yang kini menempatkan mereka lebih dari separuh jalan menuju rumah setelah menuntaskan misi flyby Bulan yang bersejarah.
Presisi Tinggi dalam Perjalanan Pulang
Pada pukul 22:53 EDT, pesawat ruang angkasa Orion mengaktifkan pendorongnya selama sembilan detik. Manuver ini menghasilkan akselerasi kecepatan sebesar 5,3 kaki per detik, secara presisi mendorong kru Artemis II untuk semakin mendekat ke Bumi. Pilot Artemis II, Victor Glover, sebelumnya sempat mengabadikan momen di dalam pesawat Orion selama fase flyby Bulan. Bersama rekan-rekan krunya, mereka menghabiskan sekitar tujuh jam bergantian mengamati dari jendela Orion, mengumpulkan data ilmiah krusial untuk dibagikan kepada tim di Bumi. Pada pendekatan terdekat, mereka hanya berjarak 4.067 mil dari permukaan Bulan.
Tantangan Komunikasi dan Respon Cepat
Sekitar dua jam sebelum manuver pembakaran mesin, sempat terjadi insiden kehilangan sinyal return link yang tak terduga selama perubahan laju data. Kejadian ini sempat mengganggu transmisi komunikasi dan telemetri dari pesawat ke darat. Namun, komunikasi dua arah segera berhasil dipulihkan, dan para pengontrol penerbangan dengan sigap melanjutkan persiapan untuk manuver pembakaran yang akan datang bersama kru sesaat setelahnya. Insiden ini menunjukkan kapabilitas tim darat dalam menghadapi skenario tak terduga.
Menyongsong Pendaratan Akhir
Pada awal hari yang sama, pejabat NASA telah mengadakan briefing status misi dan membagikan informasi lebih lanjut mengenai prosedur masuk kembali atmosfer (re-entry) dan pendaratan di air (splashdown). Manuver koreksi lintasan kembali ketiga dijadwalkan pada 10 April sekitar pukul 13:53 EDT, menjelang prosedur re-entry. NASA menargetkan pendaratan di air pada pukul 20:07 EDT (17:07 PDT) pada Jumat, 10 April, di lepas pantai San Diego. Peristiwa dan catatan statistik ini nantinya akan menjadi metrik perbandingan (komparasi) yang valid untuk memantau dinamika hasil pertandingan berikutnya.

