Close Menu
IDCORNER
  • Internasional
  • Nasional
  • Home
  • Homepage
  • Get In Touch IDCORNER
  • Our IDCORNER
  • Jadwal Buka Puasa 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Teheran Menyoroti Sikap Washington: Diplomasi Sepak Bola di Tengah Ketegangan

April 24, 2026

AS Kembali Sita Kapal Tanker Diduga Selundupkan Minyak Iran, Ketegangan Global Meningkat

April 24, 2026

Akselerasi Kekuatan: Kapal Induk Ketiga AS Perkuat Kehadiran Maritim di Timur Tengah

April 24, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
IDCORNER
Subscribe
  • Home
  • World
    1. Teknologi
    2. Lifestyle
    3. Olahraga
    4. View All

    Huawei Luncurkan Watch Fit 5 dan Pro: Layar Lebih Luas, Daya Tahan Baterai Superior

    April 23, 2026

    Bareskrim Ungkap Operasi Phishing Lintas Negara: Peran Sejoli dalam Skema Penipuan Global

    April 23, 2026

    Dinamika Persaingan Militer Global: Mengapa Amerika Serikat Tertinggal dalam Pengembangan Senjata Hipersonik?

    April 23, 2026

    YouTube Resmi Terapkan Pembatasan Usia 16 Tahun Sesuai Regulasi Perlindungan Anak Indonesia

    April 23, 2026

    AS Keluarkan Peringatan Darurat: Serukan Warga Amerika Segera Tinggalkan Timur Tengah Timur Tengah

    March 7, 2026

    Guncangan di Tel Aviv: Gelombang Serangan Udara Paksa Aktivitas Sipil dan Penerbangan Terhenti

    March 6, 2026

    Momen Hangat Keluarga Beckham: David dan Victoria Rayakan Ulang Tahun Brooklyn Penuh Makna

    March 5, 2026

    Langkah Tegas Atasi Polusi: Pemprov DKI Berlakukan Denda Rp500 Ribu untuk Pembakaran Sampah Ilegal

    March 4, 2026

    Dominasi Manchester City di Final Carabao Cup: Dwigol Nico O’Reilly Redam Perlawanan Arsenal

    March 23, 2026

    Dominasi George Russell di Sprint GP Tiongkok 2026: Pertarungan Sengit Warnai Puncak Podium

    March 14, 2026

    Mengejutkan! Pengamat Sepak Bola Ungkap Teja Paku Alam Luput dari Radar John Herdman untuk Timnas Garuda?

    March 9, 2026

    Menit Bermain Reguler: 5 Pilar Timnas Indonesia U-20 yang Menjadi Andalan di Level Klub

    March 6, 2026

    AS Kembali Sita Kapal Tanker Diduga Selundupkan Minyak Iran, Ketegangan Global Meningkat

    April 24, 2026

    Akselerasi Kekuatan: Kapal Induk Ketiga AS Perkuat Kehadiran Maritim di Timur Tengah

    April 24, 2026

    Iran Unjuk Kekuatan Militer: Rudal Balistik Terbaru di Tengah Dinamika Geopolitik Global

    April 23, 2026

    Huawei Luncurkan Watch Fit 5 dan Pro: Layar Lebih Luas, Daya Tahan Baterai Superior

    April 23, 2026
  • Lifestyle

    AS Keluarkan Peringatan Darurat: Serukan Warga Amerika Segera Tinggalkan Timur Tengah Timur Tengah

    March 7, 2026

    Guncangan di Tel Aviv: Gelombang Serangan Udara Paksa Aktivitas Sipil dan Penerbangan Terhenti

    March 6, 2026

    Momen Hangat Keluarga Beckham: David dan Victoria Rayakan Ulang Tahun Brooklyn Penuh Makna

    March 5, 2026

    Langkah Tegas Atasi Polusi: Pemprov DKI Berlakukan Denda Rp500 Ribu untuk Pembakaran Sampah Ilegal

    March 4, 2026

    Aksen Unik “Pemain Hoki” Jadi Tren Baru: Komika Connor Storrie Curi Perhatian di SNL

    March 2, 2026
IDCORNER
Home»Berita»Dinamika Rupiah: Mengurai Tekanan Global dan Domestik di Balik Pelemahan Mata Uang
Berita

Dinamika Rupiah: Mengurai Tekanan Global dan Domestik di Balik Pelemahan Mata Uang

News UpdateBy News UpdateApril 24, 2026Updated:April 24, 2026No Comments4 Mins Read5 Views
Share Twitter
Share
Twitter

Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren pelemahan signifikan di hadapan dolar Amerika Serikat (AS), bahkan berhasil menembus level psikologis Rp 17.300 per dolar AS. Peristiwa ini memicu diskusi intens di kalangan ekonom dan pemangku kebijakan mengenai fondasi stabilitas ekonomi nasional di tengah gejolak global.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis, 23 April 2026, nilai tukar dolar AS sempat menyentuh Rp 17.310 pada sekitar pukul 09.35 WIB, sebelum akhirnya ditutup di level Rp 17.286. Fluktuasi ini mengindikasikan adanya tekanan jual yang kuat terhadap mata uang domestik.

Respon Bank Indonesia dan Tantangan Intervensi

Bank Indonesia Tingkatkan Intensitas Intervensi

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah merupakan refleksi dari meningkatnya ketidakpastian global yang turut menekan mata uang regional. Destry mencatat pelemahan rupiah secara year-to-date telah mencapai 3,54%, sebuah angka yang menggarisbawahi urgensi tindakan stabilisasi.

Menyikapi kondisi ini, BI menegaskan komitmennya untuk meningkatkan intensitas intervensi. Langkah stabilisasi dilakukan secara konsisten melalui intervensi di pasar offshore (NDF), pasar domestik (spot dan DNDF), serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Tujuan utama adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-pasar guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah.

Meski demikian, BI meyakinkan bahwa cadangan devisa tetap kuat, tercatat sebesar US$ 148,2 miliar pada akhir Maret 2026. “BI senantiasa hadir di pasar dan akan terus mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” imbuh Destry.

Analisis Mendalam: Masalah Struktural dan Dilema Kebijakan

Keterbatasan Instrumen Moneter

Peneliti senior Departemen Ekonomi Center for Strategic and International Studies (CSIS), Deni Friawan, mengemukakan bahwa pelemahan rupiah saat ini berakar pada permasalahan struktural yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan instrumen moneter. Dalam situasi ini, BI dinilai berada dalam posisi serba salah.

“Menurut saya, dari yang ada, memang BI serba salah karena ini dia sudah berusaha melakukan intervensi terhadap rupiah,” kata Deni. Ia menambahkan bahwa dari sisi kebijakan, BI telah berada di jalur yang tepat dengan strategi triple intervention dan menjaga stabilitas pasar keuangan. Namun, efektivitasnya terbatas karena ruang kebijakan semakin sempit, baik dari sisi suku bunga maupun cadangan devisa.

Deni menyoroti keterbatasan instrumen BI. “Mau gimana lagi? Paling kan intervensi rupiah secara langsung di pasar, tetapi kan nggak bisa intervensi terus-terusan karena cadangan devisanya bisa habis. Mau naikkan suku bunga mungkin dia juga sulit karena khawatirnya memperparah situasi,” jelasnya.

Bayang-bayang Kondisi Fiskal Nasional

Lebih lanjut, Deni mengidentifikasi bahwa masalah pelemahan rupiah bukan hanya akibat faktor eksternal, melainkan juga masalah internal dari sisi fiskal. Kekhawatiran terhadap kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) muncul di tengah kenaikan harga minyak dunia.

“Karena sampai saat ini pemerintah tidak melakukan adjustment terhadap harga BBM subsidi, khawatirnya akan terjadi peningkatan besaran subsidi di tengah ruang fiskal kita yang sudah terbatas karena utang tinggi, belanja besar, ditambah tekanan subsidi semakin besar sehingga perkiraan defisit akan membesar,” papar Deni. Kondisi ini dikhawatirkan “memberikan kekhawatiran bagi pelaku pasar apakah pemerintah Indonesia mampu menjaga stabilitas dan kesehatan fiskalnya di tengah tekanan yang besar itu.”

Kombinasi Sentimen Global dan Domestik

Senada dengan pandangan tersebut, Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Rizal Taufikurahman, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah di kisaran Rp 17.300 per dolar AS didorong oleh kombinasi sentimen global dan domestik.

Dari eksternal, penguatan dolar AS dinilai masih solid seiring dengan suku bunga tinggi di Amerika Serikat dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang memicu capital outflow dari pasar negara berkembang (emerging market). Sementara itu, dari sisi domestik, tekanan juga tidak kecil, meliputi kebutuhan impor energi yang tinggi, persepsi risiko fiskal, hingga aliran devisa yang belum optimal masuk ke dalam negeri.

“Ini yang membuat rupiah relatif lebih tertekan dibandingkan beberapa negara peers, karena faktor fundamentalnya belum cukup kuat menjadi penahan guncangan,” pungkas Rizal.

Peristiwa dan catatan statistik ini nantinya akan menjadi metrik perbandingan (komparasi) yang valid untuk memantau dinamika hasil pertandingan berikutnya.

Bank Indonesia Defisit APBN Dolar AS Ekonomi Indonesia Fiskal Intervensi BI Ketidakpastian Global Nilai Tukar Rupiah Suku Bunga
Follow on X (Twitter)
Share. Twitter
News Update
  • Website

Related Posts

AS Kembali Sita Kapal Tanker Diduga Selundupkan Minyak Iran, Ketegangan Global Meningkat

April 24, 2026

Akselerasi Kekuatan: Kapal Induk Ketiga AS Perkuat Kehadiran Maritim di Timur Tengah

April 24, 2026

Penggerebekan Narkoba di Kebon Jeruk: 102 Gram Sabu Disita, Pengedar Diamankan

April 24, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

You must be logged in to post a comment.

Top Posts

Ketegangan Geopolitik Global Tekan IHSG, Sektor Energi Tampil Jadi Primadona

March 2, 2026135 Views

Revolusi Pantauan Krisis: Mengenal Conflictly, Aplikasi Pelacak Konflik Real-Time yang Kini Jadi Tumpuan Netizen

March 2, 202680 Views

Dinamika Pariwisata Global: Wisatawan di Kawasan Timur Tengah Mulai Tingkatkan Kewaspadaan

March 2, 202665 Views

Muncul Situs “Monitor-The-Situation”, Wadah Pantau Krisis Global Secara Real-Time yang Viral di Media Sosial

March 2, 202663 Views
Don't Miss

Teheran Menyoroti Sikap Washington: Diplomasi Sepak Bola di Tengah Ketegangan

By News UpdateApril 24, 20260

Iran melancarkan sindiran tajam kepada Amerika Serikat, mempertanyakan ‘ketakutan’ Washington terkait potensi partisipasi tim sepak bola Iran di wilayahnya. Ini menggarisbawahi kompleksitas hubungan bilateral.

AS Kembali Sita Kapal Tanker Diduga Selundupkan Minyak Iran, Ketegangan Global Meningkat

April 24, 2026

Akselerasi Kekuatan: Kapal Induk Ketiga AS Perkuat Kehadiran Maritim di Timur Tengah

April 24, 2026

Penggerebekan Narkoba di Kebon Jeruk: 102 Gram Sabu Disita, Pengedar Diamankan

April 24, 2026
Facebook X (Twitter)
  • Home
  • World
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Languages
© 2026 IDCORNER. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.