Close Menu
IDCORNER
  • Internasional
  • Nasional
  • Home
  • Homepage
  • Get In Touch IDCORNER
  • Our IDCORNER
  • Jadwal Buka Puasa 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sistem Kereta Cepat Taiwan Terhenti: Ancaman Keamanan Siber Melalui Frekuensi Radio Rakitan

May 10, 2026

Penegakan Hukum Ruang Digital: Markas Judi Online Hayam Wuruk Dibongkar, Komdigi Pertegas Sikap Nol Toleransi

May 10, 2026

Signyal Geopolitik Ankara: Pengembangan Rudal Strategis Turki dan Pesan Diplomasi Pertahanan

May 10, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
IDCORNER
Subscribe
  • Home
  • World
    1. Teknologi
    2. Lifestyle
    3. Olahraga
    4. View All

    Sistem Kereta Cepat Taiwan Terhenti: Ancaman Keamanan Siber Melalui Frekuensi Radio Rakitan

    May 10, 2026

    Penegakan Hukum Ruang Digital: Markas Judi Online Hayam Wuruk Dibongkar, Komdigi Pertegas Sikap Nol Toleransi

    May 10, 2026

    Transparansi atau Distraksi? Debat Panas di Balik Rilis Dokumen Rahasia UFO Era Trump

    May 10, 2026

    Langkah Tegas Penegakan Hukum: Polri Amankan 321 WNA Terkait Sindikat Judi Online Internasional

    May 10, 2026

    Optimalkan Konektivitas Ibadah: Panduan Lengkap Tarif dan Aktivasi Roaming Haji 2026 IM3 & Tri

    May 6, 2026

    AS Keluarkan Peringatan Darurat: Serukan Warga Amerika Segera Tinggalkan Timur Tengah Timur Tengah

    March 7, 2026

    Guncangan di Tel Aviv: Gelombang Serangan Udara Paksa Aktivitas Sipil dan Penerbangan Terhenti

    March 6, 2026

    Momen Hangat Keluarga Beckham: David dan Victoria Rayakan Ulang Tahun Brooklyn Penuh Makna

    March 5, 2026

    Dominasi Manchester City di Final Carabao Cup: Dwigol Nico O’Reilly Redam Perlawanan Arsenal

    March 23, 2026

    Dominasi George Russell di Sprint GP Tiongkok 2026: Pertarungan Sengit Warnai Puncak Podium

    March 14, 2026

    Mengejutkan! Pengamat Sepak Bola Ungkap Teja Paku Alam Luput dari Radar John Herdman untuk Timnas Garuda?

    March 9, 2026

    Menit Bermain Reguler: 5 Pilar Timnas Indonesia U-20 yang Menjadi Andalan di Level Klub

    March 6, 2026

    Signyal Geopolitik Ankara: Pengembangan Rudal Strategis Turki dan Pesan Diplomasi Pertahanan

    May 10, 2026

    Transparansi atau Distraksi? Debat Panas di Balik Rilis Dokumen Rahasia UFO Era Trump

    May 10, 2026

    Visi Strategis Prabowo: Dorong ASEAN Akselerasi Diversifikasi Energi demi Ketahanan Kawasan

    May 9, 2026

    Krisis Hantavirus MV Hondius: 30 Penumpang Turun di Saint Helena, Otoritas Global Siaga Satu

    May 9, 2026
  • Lifestyle

    Optimalkan Konektivitas Ibadah: Panduan Lengkap Tarif dan Aktivasi Roaming Haji 2026 IM3 & Tri

    May 6, 2026

    AS Keluarkan Peringatan Darurat: Serukan Warga Amerika Segera Tinggalkan Timur Tengah Timur Tengah

    March 7, 2026

    Guncangan di Tel Aviv: Gelombang Serangan Udara Paksa Aktivitas Sipil dan Penerbangan Terhenti

    March 6, 2026

    Momen Hangat Keluarga Beckham: David dan Victoria Rayakan Ulang Tahun Brooklyn Penuh Makna

    March 5, 2026

    Langkah Tegas Atasi Polusi: Pemprov DKI Berlakukan Denda Rp500 Ribu untuk Pembakaran Sampah Ilegal

    March 4, 2026
IDCORNER
Home»Berita»Strategi Jakarta Selatan Atasi Invasi Ikan Sapu-Sapu: Melindungi Ekosistem dan Kesehatan Publik
Berita

Strategi Jakarta Selatan Atasi Invasi Ikan Sapu-Sapu: Melindungi Ekosistem dan Kesehatan Publik

News UpdateBy News UpdateApril 22, 2026Updated:April 22, 2026No Comments4 Mins Read11 Views
Share Twitter
Share
Twitter

Jakarta Selatan sedang dalam misi ambisius untuk membersihkan perairan lokal dari invasi “ikan sapu-sapu” atau pleco, dengan target ambang batas hingga 10 ton. Operasi masif ini merupakan bagian dari upaya holistik pemerintah kota untuk melindungi spesies asli, mengatasi potensi risiko kesehatan masyarakat, serta mengembalikan keseimbangan ekologi yang terganggu.

Penanganan Sesuai Rekomendasi MUI untuk Hindari Mispersepsi Publik

Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menegaskan bahwa seluruh proses penangkapan dan pemusnahan ikan sapu-sapu dilakukan dengan prosedur ketat yang selaras dengan rekomendasi Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pendekatan ini dipilih untuk mencegah potensi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Demi menghindari kebingungan di kemudian hari, kami melaksanakan proses ini sesuai dengan anjuran MUI. Operasi hari ini berjalan lancar,” ujar Anwar pada Selasa.

Tim gabungan baru-baru ini melaksanakan penyisiran intensif di sekitar Setu Babakan, berhasil mengumpulkan sekitar 5 ton ikan sapu-sapu. Operasi ini menyusul tindakan serupa pekan lalu yang berhasil menyingkirkan sekitar 5,3 ton, mendekatkan total tangkapan pada target 10 ton. Otoritas menjamin bahwa semua ikan yang terkumpul sudah dalam kondisi mati sebelum dikuburkan, menjawab kekhawatiran mengenai penanganan yang etis.

Fatwa MUI: Menyeimbangkan Etika dan Manfaat Publik

Operasi ini digelar setelah Komisi Fatwa MUI menyoroti laporan awal mengenai kemungkinan beberapa ikan dikuburkan dalam kondisi hidup. KH Miftahul Huda, Sekretaris Komisi Fatwa MUI, memperingatkan bahwa praktik semacam itu melanggar prinsip welas asih dan kesejahteraan hewan. Namun, ia mengakui bahwa upaya mengendalikan spesies invasif ini membawa manfaat publik yang jelas, menggolongkannya sebagai bagian dari perlindungan lingkungan, mengingat dampak destruktif ikan sapu-sapu pada ekosistem sungai.

Ikan sapu-sapu, yang dikenal mampu bertahan di perairan tercemar, adalah predator agresif yang memangsa telur-telur spesies ikan asli. “Populasi ikan lokal menurun karena telurnya dimakan oleh ikan sapu-sapu,” tambah Anwar, menjelaskan dampak ekologis yang serius.

Ancaman Ganda: Risiko Kesehatan di Balik Piring Makanan

Di luar isu ekologi, ikan sapu-sapu belakangan juga menarik perhatian publik karena dugaan penggunaannya dalam olahan makanan jalanan berharga murah. Perbincangan memanas menyusul laporan peningkatan populasi ikan ini di Sungai Ciliwung, di mana beberapa individu terlihat menangkapnya untuk diolah menjadi hidangan seperti siomai.

Siomai otentik yang terbuat dari ikan tenggiri umumnya dijual dengan harga antara Rp3.000 hingga Rp7.000 per buah. Sebaliknya, siomai dengan harga mencurigakan rendah, sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 per buah, telah menimbulkan kecurigaan di kalangan konsumen.

Pakar kesehatan mengingatkan bahwa risiko utama bukan pada ikan itu sendiri, melainkan pada habitatnya. Siti Nadia Tarmizi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, menjelaskan bahwa ikan sapu-sapu tidak secara inheren beracun.

“Kita perlu membedakan antara spesies dan lingkungannya. Ikan yang hidup di perairan tercemar lebih mungkin mengandung zat berbahaya, bukan karena ikannya itu sendiri beracun,” jelasnya.

Ikan sapu-sapu lazim ditemukan di sungai-sungai dan saluran air perkotaan yang terkontaminasi, meningkatkan risiko paparan logam berat seperti merkuri, timbal, kadmium, dan arsenik. Studi menunjukkan zat-zat ini dapat terakumulasi dalam jaringan ikan seiring waktu melalui proses bioakumulasi. Konsumsi jangka panjang ikan yang terkontaminasi telah dikaitkan dengan risiko kesehatan serius, termasuk gangguan neurologis, kerusakan ginjal, dan potensi kanker.

Intensifikasi Operasi demi Pengendalian Optimal

Untuk mengekang penyebaran spesies ini, otoritas berencana mengintensifkan operasi penangkapan dua kali seminggu, dengan fokus pada area hulu untuk mencegah migrasi lebih jauh ke hilir. Para pejabat juga berharap program ini akan meningkatkan kualitas air seiring waktu.

Operasi ini melibatkan sekitar 60 personel dari administrasi Jakarta Selatan, TNI, dan komunitas lokal. Warga menyambut baik inisiatif ini. Yanuar Hadi, 47, mengungkapkan bahwa pengendalian spesies invasif sangat penting untuk melestarikan stok ikan lokal dan melindungi kesehatan masyarakat.

“Kami mendukung upaya ini karena mengendalikan ikan sapu-sapu lebih baik daripada kehilangan ikan lokal kami,” katanya.

Pemerintah kota berharap intervensi berkelanjutan ini akan mengembalikan keseimbangan ekologi di perairan Jakarta sekaligus mengurangi risiko terkait pencemaran dan konsumsi yang tidak aman. Peristiwa dan catatan statistik ini nantinya akan menjadi metrik perbandingan (komparasi) yang valid untuk memantau dinamika hasil pertandingan berikutnya.

Ekosistem Air Ikan Sapu-Sapu Jakarta Selatan Kesehatan Publik Ketahanan Pangan Konservasi MUI Pencemaran Lingkungan
Follow on X (Twitter)
Share. Twitter
News Update
  • Website

Related Posts

Penegakan Hukum Ruang Digital: Markas Judi Online Hayam Wuruk Dibongkar, Komdigi Pertegas Sikap Nol Toleransi

May 10, 2026

Signyal Geopolitik Ankara: Pengembangan Rudal Strategis Turki dan Pesan Diplomasi Pertahanan

May 10, 2026

Transparansi atau Distraksi? Debat Panas di Balik Rilis Dokumen Rahasia UFO Era Trump

May 10, 2026

Comments are closed.

Top Posts

Ketegangan Geopolitik Global Tekan IHSG, Sektor Energi Tampil Jadi Primadona

March 2, 2026135 Views

Revolusi Pantauan Krisis: Mengenal Conflictly, Aplikasi Pelacak Konflik Real-Time yang Kini Jadi Tumpuan Netizen

March 2, 202680 Views

Dinamika Pariwisata Global: Wisatawan di Kawasan Timur Tengah Mulai Tingkatkan Kewaspadaan

March 2, 202665 Views

Muncul Situs “Monitor-The-Situation”, Wadah Pantau Krisis Global Secara Real-Time yang Viral di Media Sosial

March 2, 202663 Views
Don't Miss

Sistem Kereta Cepat Taiwan Terhenti: Ancaman Keamanan Siber Melalui Frekuensi Radio Rakitan

By News UpdateMay 10, 20260

Sistem Kereta Cepat Taiwan lumpuh akibat intervensi frekuensi dari radio rakitan ilegal, mengungkap kerentanan baru pada keamanan infrastruktur transportasi publik.

Penegakan Hukum Ruang Digital: Markas Judi Online Hayam Wuruk Dibongkar, Komdigi Pertegas Sikap Nol Toleransi

May 10, 2026

Signyal Geopolitik Ankara: Pengembangan Rudal Strategis Turki dan Pesan Diplomasi Pertahanan

May 10, 2026

Transparansi atau Distraksi? Debat Panas di Balik Rilis Dokumen Rahasia UFO Era Trump

May 10, 2026
Facebook X (Twitter)
  • Home
  • World
  • Teknologi
  • Lifestyle
  • Languages
© 2026 IDCORNER. Designed by ThemeSphere.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.