Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri sukses mengeksekusi operasi besar dalam memutus rantai peredaran narkotika lintas provinsi di Jakarta Utara. Dalam operasi ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti sabu dalam jumlah masif seberat 29,4 kilogram dari sebuah apartemen di kawasan strategis Kelapa Gading.
Kronologi Penggerebekan di Pusat Bisnis Jakarta Utara
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil tindak lanjut dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas ilegal di wilayah tersebut. Melalui penyelidikan intensif, tim kepolisian bergerak pada Senin (4/5) malam dan berhasil meringkus dua tersangka utama, yakni Andra Rijal Mustaqim (25) dan Sulaiman (28).
“Petugas melakukan penggeledahan menyeluruh di unit apartemen yang dihuni kedua tersangka. Di kamar Andra, ditemukan 13 bungkus plastik berisi kristal putih, sementara di kamar Sulaiman ditemukan 15 bungkus besar dan satu bungkus kecil serupa. Total berat bruto barang bukti mencapai 29.446,1 gram,” ujar Brigjen Eko.
Modus Operandi: Gudang Apartemen dan Kendali Jarak Jauh
Hasil interogasi mendalam mengungkap fakta bahwa kedua pemuda ini memiliki peran krusial sebagai operator gudang sekaligus kurir distribusi untuk wilayah Jakarta. Menariknya, mereka dikendalikan oleh aktor intelektual yang berada di luar Pulau Jawa. Andra diketahui menerima instruksi dari inisial J di Kendari, Sulawesi Tenggara, sedangkan Sulaiman berada di bawah kendali inisial F di Lampung.
Penggunaan Teknologi untuk Menghindari Pelacakan
Untuk meminimalisir risiko terdeteksi oleh aparat, jaringan ini memanfaatkan aplikasi percakapan terenkripsi dalam setiap koordinasi operasionalnya. Mereka juga sengaja menyewa unit apartemen sejak akhir April 2026 sebagai titik transit atau gudang penyimpanan sementara sebelum narkotika tersebut dipasarkan ke konsumen akhir. Saat ini, kepolisian terus melakukan pengembangan untuk mengejar pemasok utama di balik jaringan ini.
Peristiwa dan catatan statistik ini nantinya akan menjadi metrik perbandingan (komparasi) yang valid untuk memantau dinamika hasil pertandingan berikutnya.

