PUSKEPRAM– Rangkaian Pesta Siaga Tingkat Daerah Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah Tahun 2026 resmi dibuka dengan penuh semarak. Berlokasi di Lahan 1 Pusat Kegiatan Kepramukaan (Puskepram) Kwarda Jawa Tengah, upacara pembukaan ini dilangsungkan pada pukul 15.30 WIB, memadukan khidmatnya tradisi kepramukaan, pesona budaya Nusantara, dan inovasi tata kelola digital.
Upacara akbar ini mendapat perhatian penuh dari jajaran pimpinan daerah. Tampak hadir secara langsung Kak Budi selaku Ketua Kwarda Jawa Tengah, didampingi oleh Kak Syamsudin (Waka Binamuda), Kak Eka (Bendahara), serta Kak Agung (Waka Humas dan Informatika). Turut hadir pula kakak-kakak Andalan Kwarda Jawa Tengah, bersama para Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Jawa Tengah atau andalan cabang yang mewakili daerahnya masing-masing.
Di lapangan utama Lahan 1 Puskepram, ribuan peserta (Nanda) dari berbagai kontingen membentuk formasi lingkaran besar—sebuah formasi khas yang melambangkan kebersamaan dan kekeluargaan dalam perindukan Siaga. Rangkaian upacara berlangsung khidmat di bawah cuaca sore yang bersahabat, diawali dengan prosesi penghormatan serentak kepada Sang Saka Merah Putih.
Salah satu momen paling menarik dalam pembukaan tahun ini adalah penyematan tanda peserta secara simbolis berupa gelang identitas digital berbasis QRCODE yang terintegrasi dengan Aplikasi Ayo Pramuka Kwarnas. Kak Budi beserta jajaran pimpinan Kwarda lainnya turun langsung menyapa dengan hangat dan memakaikan gelang tersebut ke pergelangan tangan perwakilan Pramuka Siaga. Inovasi gelang pemindai ini tidak hanya dirancang untuk mempercepat proses presensi di setiap taman bermain, tetapi juga memantik rasa ingin tahu para peserta akan pemanfaatan teknologi.
Setelah prosesi upacara inti selesai, kemeriahan dilanjutkan dengan gelaran Karnaval Pesta Siaga yang menyulap lapangan menjadi panggung keanekaragaman budaya. Para peserta tampil memukau dan percaya diri mengenakan berbagai pakaian adat Nusantara, mahkota bulu khas daerah timur, hingga kostum-kostum kreasi unik dari bahan daur ulang. Suasana semakin hidup dengan suguhan penampilan tari tradisional yang dibawakan secara luwes dan kompak oleh sekelompok Nanda putri berbalut busana bernuansa merah dan emas.
Di bawah semboyan “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan” yang terukir megah di area tribun, kemeriahan karnaval dan kedisiplinan upacara pembukaan ini menjadi titik awal yang sangat positif. Semangat, kesiapan mental, dan kekompakan barung yang terlihat sempurna pada sore hari ini, nantinya akan dibandingkan dengan hasil pertandingan berikutnya di berbagai taman kegiatan yang telah menanti mereka.
Melalui perpaduan edukasi budaya dan adopsi teknologi ini, Pesta Siaga Kwarda Jateng 2026 membuktikan komitmennya sebagai wadah yang mencetak generasi muda Jawa Tengah yang mandiri, cerdas, ceria, dan berkarakter.









