Puskepram– Rangkaian Pesta Siaga Tingkat Daerah Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah Tahun 2026 semakin meriah dengan digelarnya Malam Pentas Seni. Mengambil tempat di panggung utama Pusat Kegiatan Kepramukaan (Puskepram) Kwarda 11 Jawa Tengah, acara yang digelar di bawah gemerlap tata cahaya panggung ini sukses menjadi panggung kreativitas sekaligus pelestarian budaya bagi para tunas muda bangsa.
Setelah seharian penuh beraktivitas di berbagai taman kegiatan, antusiasme para peserta (Nanda) tidak tampak surut sedikit pun. Sejak matahari terbenam, ribuan pasang mata yang terdiri dari Pramuka Siaga, pembina pendamping (Yanda dan Bunda), serta para orang tua tampak memadati area depan panggung. Raut wajah ceria, senyum lebar, hingga tatapan penuh kagum terekam jelas dari para penonton cilik yang terhanyut dalam setiap penampilan. Tak ketinggalan, para pembina dan orang tua tampak antusias mengabadikan momen berharga ini menggunakan gawai mereka.
Malam Pentas Seni ini menjadi bukti nyata betapa kayanya bakat dan kreativitas Pramuka Siaga di Jawa Tengah. Panggung seketika berubah menjadi etalase keanekaragaman budaya Nusantara melalui ragam pertunjukan memukau dari perwakilan kontingen.
Beberapa penampilan istimewa yang berhasil mencuri perhatian penonton antara lain:
Tari Kreasi Kipas Batik: Sekelompok Nanda putri tampil enerjik dan anggun dengan balutan kostum merah-kuning, menampilkan koreografi indah menggunakan properti kipas lipat raksasa bermotif batik.
Tarian Kepahlawanan: Perpaduan unik terlihat saat para peserta memadukan seragam kebanggaan Pramuka dengan aksesoris mahkota emas tradisional dan properti keris. Bahkan, beberapa Nanda putra tampil totalitas dengan riasan kumis, membawakan lakon dan tarian yang gagah berani.
Tari Properti Bambu: Penampilan solo dan kelompok yang energik dari Nanda putra berbalut kostum hijau-kuning, menari lincah menggunakan properti tongkat bambu dengan riasan wajah teatrikal yang kuat.
Pesona Nusantara: Gemerlap panggung semakin terasa dengan hadirnya penari yang mengenakan kostum bernuansa emas, berhiaskan mahkota bulu, serta tarian menggunakan kipas bercahaya (LED) yang mengundang riuh tepuk tangan.
Selain unjuk kebolehan dalam seni tari, panggung juga diisi dengan momen interaktif yang hangat. Tampak beberapa Nanda berani tampil ke depan memegang mikrofon, berinteraksi langsung dengan pembawa acara secara percaya diri. Keberanian ini mencerminkan keberhasilan pembinaan mental dan karakter yang menjadi tujuan utama Gerakan Pramuka.
Malam Pentas Seni Pesta Siaga Kwarda Jateng 2026 bukan sekadar ajang unjuk bakat dan hiburan, melainkan ruang apresiasi seni yang mendidik. Melalui perpaduan gerak, lagu, dan keberanian tampil di muka umum, para Nanda diajak untuk semakin mencintai budaya lokal sekaligus menanamkan rasa percaya diri yang akan terus mereka bawa hingga tumbuh dewasa.

















